• The Next Leader

    Date: 2010.12.03 | Category: IPB | Tags:

    Satu-satunya hal yang lebih sulit daripada melakukan hal-hal yang besar adalah memimpin pelaksanaan dari hal-hal yang besar.” –Mario Teguh.

    Tidak terasa hampir satu tahun BEM FEM 2010 yang dipimpin Ario Bismoko Sandjoyo melayani mahasiswa FEM dengan upaya-upaya terbaiknya. Rentetan program kerja pun sudah terlaksana demi memenuhi kebutuhan mahasiswa FEM terkait bidang akademis dan non-akademis. Sebagaimana kita ketahui ‘pelayanan’ masih harus terus dilanjutkan.

    Satu masa kepengurusan sudah sampai pada masanya dan sebentar lagi sebuah kepemimpinan baru akan terbentuk demi memenuhi ‘pelayanan’ berikutnya. Diperlukan seorang pemimpin yang kompeten dan memiliki kapasitas dalam melayani kebutuhan masyarakat (mahasiswa) FEM, memiliki visi yang kongkret, dan dapat dipertanggungjawabkan.

    Begitu banyak kriteria dan harapan dalam mengusung cita-cita ‘FEM yang lebih baik’, salah satunya adalah karakter pemimpin yang menjadi penggerak utama dalam suatu sistem pelayanan. Berikut sejumlah opini dan harapan tentang ‘The Next Leader’ bagi mahasiswa FEM IPB.

    Bahroin Idris ‘Beph’ (ESL44/Ketua UKM Futsal IPB)

    “Sosok yang mampu sebisa mungkin mengakomodir kepentingan semua pihak, cepat, dan tepat dalam memutuskan berbagai keputusan.”

    Dina Setriana ‘Nase’ (ESL44/Presidium PSM Agriaswara)

    “Percaya diri, bijaksana, dan dapat merangkul semua mahasiswa FEM yang memiliki beragam karakteristik.”

    Ryan Iga Septiawan ‘Iga’ (AGB 45/Pemimpin Redaksi Koran Kampus)

    “FEM need an inspiring leader that can give positive impacts to society.”

    Putri Anugrah (MAN44/Duta Lingkungan Hidup IPB)

    “Pemimpin haruslah memiliki komitmen yang tinggi serta berani dalam mengambil keputusan dan resiko, memiliki kemampuan untuk membangkitkan inspirasi bagi anak buahnya, bersikap optimis serta memiliki integritas, dan berorientasi pada pelayanan.”

    Marissa Malahayati ‘Emon’ (IE44/Mahasiswa Berprestasi FEM 2010)

    “Pemimpin FEM selanjutnya harus paham kalau kepemimpinan itu barang publik. Ia harus memastikan seluruh warga FEM dapat mengakses pelayanan BEM FEM yang terbaik, tanpa terkecuali.”