• Mengupas Seluk-beluk Fluktuasi Harga Pangan di Negara Agraris

    Date: 2011.03.28 | Category: SOSPOL | Tags:

    Dengan membentangnya lahan pertanian Indonesia yang subur ini,menjadi sebuah ironi pada negara kita dimana ternyata pemenuhan bahan pangan domestik saja masih belum bisa stabil.  Keadaan inilah yang dicoba dibahas dalam FISKAL pertama yang dilaksanakan pada tanggal 4 Maret 2011 di RK.4.AGB 202 dengan DR.Muhammad Findi A, M.E. sebagai penyaji.  Dengan posisi komoditi pangan sebagai barang politik maka pemerintah pada dasarnya wajib menjaga ketersediaan dan kestabilan harga pangan.  Pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat merupakan pondasi dasar pembangunan dan ketahanan nasional.

    Peningkatan harga komoditas bahan pangan internasional mempengaruhi naiknya harga komoditas bahan pangan domestik, terutama beras, minyak goreng dan kedelai.  Berdasarkan pengalaman pada tahun 2008, kenaikan harga minyak mendorong peningkatan hampir seluruh harga komoditas bahan pangan, baik internasional maupun domestik.

    Keadaan ini seolah olah hanya menyalahkan pada unit produksi yang tidak bisa memenuhi permintaan pasar, namun ternyata masalah ini tidak hanya berfokus pada sisi produksi saja.  Pada tahap konsumen justru menjadi masalah yang cukup berpengaruh.  Pertambahan penduduk, penggunaan komoditas pangan untuk bahan bakar serta kesejahteraan yang meningkat berimbas pada kenaikan kebutuhan komoditas pangan.  Hal hal tersebut merupakan krisis umum pada hanpir semua negara.  Di Indonesia sendiri sebesar 75% sumber kalori atau energi berasal dari karbohidrat, protein 9%, dan lemak 17%, sementara rata-rata dunia peran karbohidrat hanya 64%, protein 11%, dan lemak 25%.  Dan dari 75% karbohidrat sendiri 95%nya berasal dari nasi.  “kalau belum makan nasi maka belum terhitung makan”, paradigma inilah yang akhirnya menjadi bumerang dalam stabilitas harga dan quantitas beras itu sendiri.  Kebijakan kebijakan pemerintah seperti menambah alokasi raskin 1 bulan, operasi pasar bulog, izin impor beras dalam pemenuhan stok nasional maupun Kebijakan fiskal melalui penyesuaian tarif atas komoditi ekspor dan impor pangan hanya berdampak pada jangka pendek dan menengah saja, bahkan hanya terkesan menunda krisis yang akan terjadi. Dibutuhkan diversifikasi pangan dalam penanggulangan jangka panjang pemenuhan pangan Indonesia.

    Download power point kajian bahan pangan, DR.Muhammad Findi A, M.E.

    Fluktuasi Harga Pangan