• Visi dan Misi

     Visi:

    “BEM FEM IPB sebagai organisasi pergerakan dan pemberdayaan Mahasiswa FEM IPB yang profesional, sinergis, dan solutif dalam berkontribusi membangun bangsa”

    Misi:

    1. Mengoptimalkan diskusi intelektual dan menginisiasi advokasi yang terkonsentrasi pada pembangunan ekonomi pertanian serta aktif dalam pergerakan mahasiswa regional dan nasional.
    2. Menjalin dan menguatkan koordinasi dengan pihak internal dan eksternal FEM.
    3. Mengadakan kegiatan yang berorientasi pada penyaluran minat dan bakat, pengembangan softskill dan prestasi akademik, penyampaian informasi aktual, serta advokasi kesejahteraan mahasiswa.
    4. Mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat berbasis keilmuan dan aspek sosial lainnya.

    __________________________________________________________________________

    RENCANA STRATEGIS BEM FEM 2011 / 2012
    KABINET PROGRESIF

    1.      Meningkatkan kajian tertulis dan mengadakan Rumah Diskusi FEM

    Kajian tertulis adalah produk dari Departemen Kajian dan Strategi (Dep. Kastrat) BEM FEM yang kontinyu dan focus pada isu ekonomi pertanian dan kesejahteraan petani. Sumber- sumber kajian tersebut meliputi data sekunder (artikel, jurnal, berita, web pemerintahan) dan data primer (brainstorming, diksusi dengan kelompok atau serikat petani).

    Rumah Diskusi merupakan wadah diskusi warga FEM yang konsen dan kontinyu membahas tema yang terangkum dalam kajian tertulis. Tidak menutup kemungkinan, tema-tema  diskusi juga dinamis, seiring aspirasi warga FEM yang hadir dalam Rumah Diskusi. Harapannya Rumah Diskusi dapat menumbuhkan kepedulian terhadap peristiwa yang terjadi di luar kampus, terutama isu dalam bidang ekonomi dan pertanian.

    2.      Mendorong terbentuknya Visi Bersama LK FEM IPB.

    BEM tidak berdiri sendiri sebagai Lembaga Kemahasiswaan di FEM IPB. DPM hadir sebagai pelaksana kedaulatan dan badan kekuasaan tertinggi dalam LK FEM IPB. Himpunan Profesi di FEM meliputi Hipotesa, Com@, Hipma, dan Reesa sebagai organisasi yang bergerak dalam kegiatan keprofesian disiplin ilmunya masing-masing. Selain itu Lembaga Struktural juga turut mewarnai perjuangan dan perjalanan LK FEM IPB, Formasi, SES-C, dan Karemata.

    Akhir tahun 2011, adalah deadline LK FEM IPB untuk menyempurnakan dan menerjemahkan Shared Vision of FEM. LK FEM IPB harus menentukan arah dan tujuan, serta membagi fungsi dan peran dalam mewujudkan tujuan tersebut. Lebih dalam lagi, mesti ada bahasan tentang bagaimana bentuk acara yang semestinya diadakan oleh BEM, Himpro, maupun LS dan mungkinkah adanya kegiatan yang disinergikan. Sehingga tumpang tindihnya kegiatan dapat dihindari di tahun 2012. Selain itu, bentuk kerja sama dan koordinasi yang lebih teknis lagi dapat ditetapkan dan diimplementasikan dalam perjalanannya ke depan seperti publikasi, saling berbagi link sponsor dan lainnya.  Isu tentang advokasi sekretariat yang terintegrasi menjadi topic yang penting

    3.      Optimalisasi program kerja unggulan BEM FEM.

    Ada 3 hal penting yang akan dilakukan,

    Pertama, Optimalisasi manfaat, luaran, dan timing pada Proker BEM FEM. BEM FEM terhitung memiliki beberapa proker legendaris, sebut saja Extravaganza (Espresso feat Pujangga), Politik Ceria (Pocer), FEM Ambasador, Economy Contest, Sportakuler dan yang terbaru di tahun 2011: BAFEST (Sebuah metamorfosa dari Fem Art Day 2010). Selain itu masih banyak proker lain yang memiliki peranan yang penting dan amat berbekas di ingatan Warga FEM. Diskusi tentang optimalisasi ini benar-benar membutuhkan sumbang saran dan aspirasi dari seluruh warga FEM, agar strategi yang diterapkan mampu menciptakan Program Kerja yang memiliki manfaat yang tepat untuk seluruh Warga FEM.

    Optimalisasi juga diterapkan pada proker internal yang berorientasi pada peningkatan kompetensi Pengurus BEM FEM. Sehingga diharapakan pengurus BEM FEM mampu berkarakter Progresif (Profesional-Sinergis-Solutif) dalam memberikan pelayanannya.

    Kedua,  Optimalisasi bukan berarti tidak berinovasi. Rumah Bisnis menjadi salah satu wacana  yang disuarakan untuk FEM 2012. Wadah untuk wirausahawan FEM, baik yang sudah terjun di dunia wirausaha maupun yang akan memulai untuk berdiskusi dan mendapatkan bimbingan dari Menthor bisnis baik dari kalangan dosen maupun praktisi.

    Ketiga,  Media center menjadi satu kebutuhan yang sangat penting, meski ada media informasi buletin bulan dan web. Awal tahun 2012, Media Center BEM FEM direncanakan terletak di node antara wing dekanat FEM dengan Kantin Sapta.

    4.      Mengadakan Bina Desa dengan berbasiskan core competency FEM dan aspek sosial lainnya.

    Salah satu amanah Tri Dharma Perguruan Tinggi adalah Pengabdian masyarakat. Bina Desa merupakan wujud nyatanya. Bina Desa 2012 memiliki arahan pada kegiatan yang berbasis keilmuan FEM, misalnya Bina UMKM. Namun, dalam implementasinya dapat juga menyentuh aspek pendidikan dan juga kesehatan. Dan Program Bina Desa ini amat perlu untuk disinergikan dengan Bina Desa yang dilakukan oleh Himpro.

    5.      Mengadakan kegiatan yang ditujukan untuk mahasiswa tingkat akhir.

    Mahasiswa tingkat akhir perlu mendapat perhatian yang berbeda karena memiliki kebutuhan yang cukup berbeda dengan mahasiswa tingkat II dan III.

    Ada beberapa wacana program yang ditujukan untuk Mahasiswa tingkat akhir, antara lain: 1) Kerjasama dengan Lembaga TOEFL untuk menyediakan pelatihan dan tes TOEFL, mengingat kebutuhan TOEFL untuk mengejar beasiswa atau melamar kerja dan kecendrungan semangat belajar yang tinggi jika pelatihan seperti ini diikuti oleh teman main bersama; 2) Kerjasama dengan Himpunan Alumni FEM untuk mengadakan kegiatan yang sifatnya sharing tentang kisah seorang mahasiswa yang baru diwisuda, bekerjakah atau memulai usaha.

    Program mana yang akan dijalankan ke depan, sangat bergantung pada tingkat aspirasi mahasiswa tingkat akhir. Agar program yang akan diajalankan benar-benar sesuai kebutuhan.

    6.      Menjamin tidak adanya mahasiswa FEM yang nonaktif karena masalah SPP.

    Meski tidak banyak mahasiswa FEM yang merasakan manfaat Pokja SPP, tetapi faktanya setiap semester ada mahasiswa yang tidak mampu membayar SPP. Yang menarik, ada mahasiswa yang kekurangan namun tidak berusaha untuk melaporkan karena berbagai alasan.

    Ke depan, perlu dilakukan pendataan personal via web yang dilakukan mahasiswa FEM. Data ini dirahasiakan. Sehingga Departemen Advokasi Kesejahteraan Mahasiswa dapat melakukan langkah dengan sebaik-baiknya. Hal ini yang dilakukan BEM FMIPA 2011 dan patut untuk dimodifikasi.

    7.       Mendukung penuh kontingen FEM pada OMI dan IAC 2012.

    FEM 2011 telah menunjukkan prestasi yang patut dibanggakan pada OMI 2011. FEM memperoleh peringkat 3 dengan mengantongi 5 emas, 3 perak, dan 1 perunggu. Begitu pun dengan IAC, meski belum memperoleh 3 besar, tetapi FEM mampu menunjukkan prestasi yang cukup gemilang dalam bidang seni di IPB.

    Ke depan, BEM FEM IPB melalui Bidang Budaya Olahraga dan Seni harus mampu membantu persiapan OMI dan IAC, dan menguatkan pelaksanaannya. Sehingga prestasi FEM untuk OMI dan IAC 2012 dapat menjadi lebih baik.